Mon - Sat 8.00 - 17.00

“Tikusnya yang Ditangkap, Jangan Lumbungnya Dibakar”, Ketum MUI Bela Keberlanjutan MBG  

JAKARTA, HUKUMTIRANI.COM – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M. Anwar Iskandar menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan harus terus dilanjutkan. Menurutnya, berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh oknum dalam pelaksanaan program tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan kebijakan yang telah memberikan dampak positif bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Dalam keterangannya kepada media, Sabtu (13/6/2026), KH Anwar menyampaikan bahwa MBG merupakan salah satu program yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Program tersebut dinilai mampu membantu pemenuhan kebutuhan gizi generasi muda sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Program ini sangat baik karena memberikan akses makanan bergizi kepada anak-anak. Selain meningkatkan kesehatan dan kualitas tumbuh kembang mereka, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang sangat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

KH Anwar menjelaskan, manfaat Program MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat seperti siswa sekolah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan. Lebih dari itu, program tersebut telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang melibatkan banyak sektor usaha di daerah.

Menurutnya, keberadaan dapur-dapur MBG yang tersebar di berbagai wilayah telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Selain itu, kebutuhan bahan baku untuk mendukung operasional dapur MBG turut meningkatkan permintaan terhadap berbagai komoditas hasil pertanian, peternakan, perikanan, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Petani mendapatkan pasar untuk hasil panennya, peternak memperoleh permintaan yang stabil untuk produk mereka, nelayan mendapat peluang penjualan yang lebih besar, begitu juga dengan pelaku usaha tahu, tempe, sayuran, buah-buahan, hingga para pedagang kecil. Artinya, program ini tidak hanya memberikan manfaat sosial tetapi juga mendorong perputaran ekonomi rakyat,” jelasnya.

Ia menilai efek berantai atau multiplier effect dari Program MBG sangat signifikan karena mampu menghubungkan berbagai sektor ekonomi secara langsung. Oleh karena itu, keberlangsungan program harus dijaga agar manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat luas.

Meski demikian, KH Anwar tidak menampik bahwa dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai persoalan dan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa langkah yang harus dilakukan adalah memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem tata kelola, dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Menurutnya, kesalahan individu tidak boleh menghilangkan manfaat besar yang telah diberikan program kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar publik mampu membedakan antara tujuan mulia sebuah program dengan tindakan segelintir oknum yang menyalahgunakan kewenangan.

“Ada lumbung, ada tikus. Tikusnya yang ditangkap, jangan lumbungnya dibakar. Kalau ada penyimpangan, perbaiki sistemnya dan tindak pelakunya. Jangan sampai program yang bermanfaat bagi rakyat justru dihentikan karena ulah segelintir orang,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Anwar menilai Program MBG juga memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi karena membantu memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan cita-cita bangsa untuk meningkatkan kualitas generasi penerus sekaligus mempercepat penurunan angka stunting dan masalah gizi lainnya.

Dari perspektif keagamaan, ia menegaskan bahwa upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kesejahteraan umat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat mendukung dan mengawal pelaksanaan program agar berjalan lebih baik, transparan, serta tepat sasaran.

KH Anwar juga mengajak masyarakat untuk melihat Program MBG secara objektif berdasarkan manfaat yang telah dirasakan di lapangan. Ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar program semakin efektif, akuntabel, dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

“Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kekurangan yang ada, bukan menghentikan programnya. Program ini membawa manfaat besar bagi anak-anak, keluarga, pelaku UMKM, petani, peternak, dan masyarakat secara luas. Karena itu harus terus dijaga dan diperbaiki bersama,” pungkasnya.

(Redaksi)

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya