Mon - Sat 8.00 - 17.00

Satria Banten Karawang: Usulan Dapur SPPG Bukan Proyek, Melainkan Upaya Selamatkan Generasi  

KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM – Ketua DPC Satria Banten Kabupaten Karawang, H. Engkos Koswara, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., yang mengajukan pembangunan 12 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Karawang.

Menurut Engkos Koswara, langkah yang dilakukan Bupati Karawang merupakan bentuk tanggung jawab dan keberpihakan pemerintah daerah terhadap kepentingan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian serius dalam aspek pemenuhan gizi.

“Kami mendukung penuh upaya Bupati Karawang yang aktif memperjuangkan berbagai program dari pemerintah pusat untuk kepentingan masyarakat. Apa yang dilakukan beliau merupakan bagian dari tugas kepala daerah dalam menghadirkan program-program strategis yang dapat memberikan manfaat langsung bagi warga,” ujar Engkos Koswara.

Ia menilai, polemik yang berkembang terkait adanya dokumen usulan Program Makan Bergizi Gratis yang ditemukan di rumah mantan Kepala Badan Gizi Nasional harus dilihat secara objektif. Menurutnya, pengajuan usulan program kepada kementerian maupun lembaga pemerintah pusat merupakan hal yang lazim dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Surat usulan program adalah bagian dari proses administrasi pemerintahan yang normal. Justru yang harus dilihat adalah substansi usulannya, yaitu bagaimana pemerintah daerah berupaya mendapatkan dukungan program yang dapat membantu masyarakat, terutama dalam penanganan stunting dan peningkatan kualitas gizi,” katanya.

Engkos menegaskan bahwa kebutuhan pembangunan 12 dapur SPPG di Karawang memiliki dasar yang kuat dan tidak muncul tanpa perhitungan. Kabupaten Karawang masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan stunting dengan jumlah kasus mencapai 3.517 anak dan prevalensi stunting sebesar 17,6 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan intervensi yang lebih masif dan terintegrasi agar target penurunan stunting hingga 9 persen dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi Karawang. Anak-anak yang mengalami stunting berisiko mengalami hambatan pertumbuhan fisik maupun perkembangan kecerdasan. Karena itu, setiap program yang dapat memperkuat upaya penurunan stunting harus kita dukung bersama,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi usulan agar Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Menurutnya, kelompok tersebut merupakan sasaran yang sangat strategis dalam upaya membangun generasi unggul sejak dini.

“Intervensi gizi yang dilakukan sejak masa kehamilan sampai usia balita merupakan investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Karena itu, usulan agar kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi penerima manfaat Program MBG adalah langkah yang sangat tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Engkos menjelaskan bahwa keberadaan dapur SPPG tidak hanya memberikan manfaat dalam aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi daerah. Setiap dapur membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah besar yang dapat melibatkan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Menurutnya, apabila pembangunan 12 dapur SPPG dapat direalisasikan, maka manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat akan sangat besar karena tercipta rantai pasok pangan lokal yang berkelanjutan.

“Program ini memiliki efek berganda. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, juga membuka peluang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, koperasi, dan UMKM lokal. Perputaran ekonomi di desa-desa akan semakin kuat apabila kebutuhan pangan untuk SPPG dipenuhi dari produk lokal Karawang,” jelasnya.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah, DPC Satria Banten Karawang siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan upaya percepatan penurunan stunting.

Engkos mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat persoalan ini secara proporsional dan mendukung langkah-langkah pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kita harus menempatkan kepentingan masyarakat di atas segala-galanya. Ketika ada program yang dapat membantu menurunkan stunting, meningkatkan kesehatan masyarakat, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah, maka sudah sepatutnya kita dukung bersama. Yang terpenting adalah manfaat nyata yang dirasakan masyarakat Karawang,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan Kabupaten Karawang yang saat ini masih membutuhkan dukungan fasilitas pelayanan gizi dalam jumlah besar. Dengan terealisasinya pembangunan 12 dapur SPPG sebagai tahap awal, cakupan layanan pemenuhan gizi bagi kelompok rentan di Karawang diharapkan dapat semakin luas dan optimal.

“Ini bukan sekadar pembangunan dapur, tetapi investasi untuk melahirkan generasi Karawang yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih produktif di masa depan. Kami mendukung penuh langkah Bupati Karawang dalam memperjuangkan kebutuhan tersebut demi kepentingan masyarakat,” pungkas H. Engkos Koswara.

(Redaksi)

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya