KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM PMO Kementerian Koperasi Kabupaten Karawang memberikan apresiasi terhadap langkah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Plawad 02 yang mulai melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), UMKM, petani, peternak, nelayan, pengrajin pangan, serta berbagai pelaku usaha lokal dalam mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Apresiasi tersebut disampaikan PMO Kementerian Koperasi Kabupaten Karawang, H. Emed Tarmedi, A.Md.Kep., S.KM., M.H.Kes., sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sejalan dengan tujuan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan usaha rakyat, Minggu (7/6/2026).
Menurut Emed Tarmedi, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki dampak luas, tidak hanya pada aspek peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya, tetapi juga pada aspek penguatan ekonomi lokal.
Ia menegaskan bahwa Program MBG memiliki potensi besar untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah apabila kebutuhan bahan baku dan jasa pendukungnya dapat disuplai oleh masyarakat setempat melalui wadah koperasi, kelompok tani, kelompok peternak, kelompok nelayan, dan pelaku UMKM.
“Kami menyambut baik keterlibatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam mendukung operasional Program MBG. Kehadiran KDKMP merupakan instrumen penting dalam mengonsolidasikan potensi ekonomi masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan program secara profesional, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Emed Tarmedi.
Menurutnya, KDKMP dibentuk sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan. Koperasi tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi rakyat yang mampu menghimpun, mengelola, dan memasarkan berbagai produk unggulan masyarakat sehingga memiliki daya saing yang lebih baik.
Dalam konteks Program MBG, KDKMP dapat berperan sebagai penghubung antara produsen lokal dengan dapur SPPG. Melalui mekanisme tersebut, hasil pertanian, peternakan, perikanan, maupun produk UMKM dapat terserap secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
“Apabila kebutuhan beras, telur, ayam, ikan, sayuran, buah-buahan, tempe, tahu, maupun kebutuhan lainnya dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal yang terorganisir melalui KDKMP, maka manfaat ekonomi dari Program MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat Karawang. Ini yang menjadi semangat utama pemberdayaan ekonomi dalam program nasional tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Emed menilai Kabupaten Karawang memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung kebutuhan Program MBG. Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Karawang memiliki kapasitas produksi pertanian yang kuat, didukung oleh sektor peternakan, perikanan, serta ribuan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai kecamatan.
Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola dan disinergikan melalui kelembagaan koperasi agar mampu memenuhi standar kualitas, kuantitas, keamanan pangan, dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan oleh dapur MBG.
“KDKMP harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi antara petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi daerah,” katanya.
Emed juga mengapresiasi komitmen pengelola SPPG yang mulai membuka ruang kemitraan dengan berbagai unsur masyarakat lokal. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya kesamaan visi antara pelaksanaan Program MBG dengan tujuan pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak KDKMP dan UMKM yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan dapur MBG di Kabupaten Karawang.
“Kami percaya bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga dari sejauh mana program ini mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Karena itu, kolaborasi antara SPPG, KDKMP, UMKM, petani, peternak, nelayan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat,” tegasnya.
PMO Kementerian Koperasi Kabupaten Karawang berkomitmen untuk terus mendorong keterlibatan aktif Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam berbagai program strategis pemerintah. Dengan dukungan seluruh pihak, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Karawang.
(Redaksi)

