KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM – Komitmen bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan bebas stunting terus diperkuat di Kabupaten Karawang. Pemerintah Kabupaten Karawang menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 28,5 ton telur dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program percepatan penurunan stunting yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis pada kegiatan apel pagi yang berlangsung di Plaza Pemerintah Daerah Karawang, Senin (8/6/2026). Penyerahan dilakukan oleh jajaran pengurus DPD ASPRUMNAS kepada Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, dan disaksikan oleh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, serta jajaran Tim Penggerak PKK Kabupaten Karawang.
Bantuan sebanyak 28,5 ton telur tersebut akan dialokasikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita yang menjadi sasaran program penanganan stunting di Kabupaten Karawang. Pemerintah daerah memandang bantuan ini sebagai bentuk sinergi yang sangat penting antara pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi tantangan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil.
Dalam sambutannya, Bupati Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ASPRUMNAS yang telah menunjukkan kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan pangan bergizi bagi masyarakat Karawang. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mempercepat penurunan angka stunting secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Karawang terus melakukan berbagai upaya intervensi baik melalui program gizi spesifik maupun gizi sensitif. Upaya tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP-PKK, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa agar penanganan stunting dapat dilakukan secara menyeluruh dan tepat sasaran.
“Sebanyak 28,5 ton telur ini siap didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini akan dikombinasikan dengan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang selama ini dijalankan oleh Dinas Kesehatan. Dengan kolaborasi seperti ini, kami optimistis target penurunan stunting di Kabupaten Karawang dapat dicapai lebih cepat,” ujar Bupati Aep.
Menurutnya, telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki kandungan gizi tinggi dan sangat penting bagi pertumbuhan anak. Konsumsi protein hewani yang cukup menjadi salah satu faktor utama dalam mencegah terjadinya stunting serta mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan anak pada masa pertumbuhan.
Bupati juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 balita yang menjadi sasaran berbagai program intervensi stunting di Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dunia usaha melalui program CSR, memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bantuan telur tersebut akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang yang telah ditunjuk untuk membantu proses distribusi kepada masyarakat. Mekanisme ini dilakukan agar penyaluran bantuan dapat berlangsung secara tertib, terukur, dan sesuai dengan data penerima manfaat yang telah diverifikasi.
“Nantinya telur ini akan kami serahkan terlebih dahulu kepada Baznas Karawang. Selanjutnya Baznas yang akan membantu proses distribusi dan pengiriman kepada masyarakat sesuai sasaran yang telah ditentukan,” jelasnya.
Penyaluran bantuan akan difokuskan pada sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan stunting, di antaranya Kecamatan Karawang Barat, Telukjambe Timur, dan Rawamerta. Ketiga wilayah tersebut selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pelaksanaan berbagai program intervensi kesehatan dan gizi masyarakat.
Bupati Aep menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan mulai dari dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, akademisi, hingga masyarakat itu sendiri. Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah di masa depan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para camat, Ketua Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta seluruh pihak yang selama ini terlibat langsung dalam upaya penanganan stunting di lapangan. Ia menilai kerja cepat dan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas program.
“Terima kasih kepada seluruh camat, TP-PKK, TP-Posyandu, tenaga kesehatan, dan semua pihak yang terus bergerak bersama pemerintah daerah. Penanganan stunting membutuhkan kerja nyata dan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Alhamdulillah selama ini kolaborasi tersebut terus berjalan dengan baik,” katanya.
Selain menerima bantuan CSR dari ASPRUMNAS, Bupati juga mengapresiasi keberlanjutan Program ASN Berbagi yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang. Program tersebut menjadi sarana bagi para aparatur sipil negara untuk menyalurkan kepedulian sosial kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan bantuan sosial.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh ASN, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Pada momentum Iduladha tahun ini, kontribusi para ASN juga diperkuat dengan dukungan hewan kurban dari para pengusaha dan berbagai pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pemerintah Kabupaten Karawang berharap bantuan CSR dari ASPRUMNAS ini tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk turut berkontribusi dalam mendukung program-program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga sosial, dan masyarakat, Kabupaten Karawang optimistis dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mewujudkan generasi yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
(Redaksi)

