Mon - Sat 8.00 - 17.00

Pelda Mulyana Monitoring Panen di Lemahabang, Harga Gabah Petani Tembus Rp8.000 per Kilogram  

KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM  – Komitmen TNI AD dalam mendukung ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan kepada petani di wilayah. Salah satunya dilakukan oleh Bati Wanwil Kodim 0604/Karawang, Pelda Mulyana, yang melaksanakan monitoring kegiatan panen padi sekaligus pemantauan harga gabah di tingkat petani di Dusun Balongsari RT 001/005, Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Kodim 0604/Karawang dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, sekaligus memastikan kondisi produksi pangan dan harga gabah di lapangan tetap stabil. Sebagai daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Mulyana turun langsung ke area persawahan dan berdialog dengan para petani yang sedang melaksanakan panen. Selain melihat kondisi tanaman dan hasil panen, ia juga menggali informasi terkait berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari biaya produksi, ketersediaan sarana pertanian, hingga harga jual gabah pascapanen.

Salah satu petani yang dikunjungi adalah Ule, warga setempat yang sedang melaksanakan panen di lahan sawah miliknya. Dari hasil pemantauan dan komunikasi langsung dengan petani, diketahui bahwa produktivitas pertanian di wilayah Desa Pulokelapa masih menunjukkan hasil yang cukup baik.

“Rata-rata hasil panen petani di wilayah ini mencapai sekitar 5 hingga 6 ton gabah per hektare. Angka ini menunjukkan bahwa produktivitas pertanian masih cukup baik dan perlu terus dipertahankan melalui pendampingan serta dukungan semua pihak,” ujar Pelda Mulyana.

Menurutnya, data produktivitas tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kondisi pertanian di lapangan. Hasil panen yang stabil menunjukkan bahwa para petani masih mampu menjaga kualitas budidaya meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan cuaca, fluktuasi harga sarana produksi pertanian, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman.

(Emed Tarmedi)

Selain memantau hasil panen, fokus utama kegiatan monitoring kali ini adalah mengawal harga gabah yang diterima petani. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp8.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai cukup baik dan memberikan keuntungan yang lebih layak bagi petani dibandingkan pada periode-periode sebelumnya.

Pelda Mulyana menjelaskan bahwa pengawasan terhadap harga gabah menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan petani memperoleh haknya secara adil. Dengan harga yang sesuai, petani dapat menutupi biaya produksi sekaligus memperoleh keuntungan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.

“Kami terus memantau perkembangan harga gabah di tingkat petani agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak terjadi praktik-praktik yang merugikan petani. Kehadiran kami di lapangan juga bertujuan untuk memastikan hasil panen petani memiliki nilai jual yang layak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa stabilitas harga gabah memiliki pengaruh besar terhadap semangat petani dalam bercocok tanam. Apabila harga gabah tetap terjaga dan memberikan keuntungan yang memadai, maka petani akan semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi pertanian sehingga berdampak positif terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0604/Karawang juga menjadi bagian dari sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dinas terkait, serta para pelaku usaha di sektor pertanian. Melalui koordinasi yang baik, berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi bersama.

Sebagai aparat kewilayahan, TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung program-program strategis pemerintah, termasuk di bidang pertanian. Pendampingan kepada petani dilakukan secara berkelanjutan mulai dari masa tanam, pemeliharaan, hingga panen dan pemasaran hasil pertanian.

Keberadaan Babinsa dan personel teritorial di tengah-tengah petani juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemerintah hadir dalam setiap upaya menjaga keberlangsungan sektor pertanian. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap program swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.

Melalui monitoring yang dilakukan secara berkala dan berdasarkan kondisi riil di lapangan, Kodim 0604/Karawang berharap produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Karawang dapat terus meningkat, harga gabah tetap stabil, dan kesejahteraan petani semakin terjamin. Dengan demikian, Karawang dapat terus mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional sekaligus lumbung padi yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya