KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., berbagai program pemberdayaan terus digulirkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing usaha, serta mendorong pelaku UMKM agar mampu berkembang, naik kelas, dan memperluas akses pasar.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pendampingan UMKM Mentorship Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Kecamatan Rawamerta pada Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menciptakan ekosistem UMKM yang kuat, mandiri, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Rawamerta, Dadan Nurdiansyah, S.P., S.IP., M.Kesos, serta diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang berasal dari Kecamatan Rawamerta dan Kecamatan Cilebar. Para peserta berasal dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, perdagangan, hingga usaha rumahan yang memiliki potensi untuk terus berkembang melalui pendampingan yang terarah dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Camat Rawamerta menyampaikan bahwa pengembangan UMKM merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah karena memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian lokal. Menurutnya, arahan dan kebijakan Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menempatkan UMKM sebagai sektor yang harus terus didorong agar mampu menjadi kekuatan ekonomi kerakyatan yang tangguh.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan program mentorship ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan, memperluas jaringan usaha, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola bisnis secara profesional.
“Kesuksesan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pola pikir pengusahanya, kemampuan menyusun strategi bisnis, serta kedisiplinan dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, manfaatkan setiap materi yang diberikan agar dapat diterapkan dalam pengembangan usaha masing-masing,” ujar Camat Rawamerta.
Program mentorship menghadirkan narasumber dan pendamping yang memiliki pengalaman dalam pembinaan UMKM. Materi pertama mengenai Mindset Kewirausahaan disampaikan oleh Korwil Mentorship Koswara, S.Pd.I., C.I. Dalam pemaparannya, peserta diajak membangun karakter sebagai wirausahawan yang tangguh, memiliki visi jangka panjang, berani berinovasi, mampu membaca peluang pasar, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan usaha.
Menurutnya, perubahan pola pikir merupakan fondasi utama dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Pelaku UMKM harus mampu bertransformasi dari sekadar menjalankan usaha menjadi seorang entrepreneur yang mampu menciptakan nilai tambah dan peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat.
Materi berikutnya mengenai Business Model Canvas (BMC) disampaikan oleh Pendamping Mentorship Yeni Kurotul Seni, A.Md., C.I. Peserta dibimbing memahami sembilan elemen utama dalam Business Model Canvas sebagai alat untuk merancang, mengevaluasi, dan mengembangkan model bisnis secara efektif.
Melalui materi ini, peserta belajar mengidentifikasi segmen pelanggan, menentukan nilai produk yang ditawarkan, memilih saluran pemasaran yang tepat, membangun hubungan dengan pelanggan, hingga menyusun strategi pendapatan dan pengelolaan sumber daya usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu UMKM menyusun perencanaan bisnis yang lebih terarah dan berorientasi pada pertumbuhan.
Sementara itu, materi Manajemen Keuangan UMKM disampaikan oleh Pendamping Mentorship Syifa Fauzia, S.Pd. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi keuangan secara rutin, penyusunan laporan sederhana, pengelolaan arus kas, perhitungan keuntungan, pengendalian biaya operasional, serta pemisahan keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Pemahaman terhadap pengelolaan keuangan dinilai menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberlangsungan usaha. Banyak UMKM memiliki produk yang baik, namun mengalami kesulitan berkembang karena belum menerapkan sistem administrasi dan keuangan yang tertata dengan baik.
Selama kegiatan berlangsung, suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha, mulai dari pemasaran, pengembangan produk, hingga pengelolaan modal. Pendamping memberikan berbagai solusi praktis yang dapat langsung diterapkan sesuai karakteristik usaha masing-masing.
Program Pendampingan UMKM Mentorship Tahun 2026 tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga menekankan pentingnya proses pendampingan yang berkelanjutan. Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, memanfaatkan teknologi digital, memperkuat legalitas usaha, serta meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.
Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh terus mendorong lahirnya UMKM yang produktif, inovatif, dan berdaya saing sebagai fondasi penguatan ekonomi daerah. Pengembangan UMKM diyakini tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi keluarga, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karawang.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pendamping mentorship, serta seluruh pelaku UMKM, diharapkan program ini mampu melahirkan lebih banyak wirausaha yang mandiri, profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas. Dengan demikian, UMKM Karawang diharapkan terus tumbuh sebagai kekuatan ekonomi kerakyatan yang mampu menopang pembangunan daerah menuju Karawang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
(Emed Tarmedi)

