JAKARTA, HUKUM TIRANI.COM, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyoroti soal pengangkatan Direksi dan Komisaris Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
HIPMI menilai, pengangkatan jajaran Direksi dan Komisaris harus berdasarkan sistem meritokrasi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani.
Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Bidang Sinergitas BUMN, Danantara dan BUMD Anthony Leong menilai pendekatan ini strategis dalam mewujudkan tata kelola BUMN yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing global.
“Meritokrasi yang berfokus pada kompetensi, integritas, dan rekam jejak profesional harus menjadi prinsip utama dalam seleksi kepemimpinan BUMN. Hal ini juga selaras dengan prinsip best brain, best talent yang dikemukakan Pak Rosan dalam pengelolaan institusi strategis negara,” kata Anthony dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (10/5/2025).
Menurutnya, penerapan meritokrasi akan menciptakan kultur kerja berbasis kinerja dan hasil bukan atas dasar koneksi pertimbangan non-profesional lainnya.
“HIPMI meyakini bahwa hanya dengan melibatkan talenta terbaik bangsa melalui proses seleksi yang adil dan terbuka, BUMN dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang kuat dan terpercaya,” ujarnya.
HIPMI juga menyoroti pendirian Danantara sebagai sovereign wealth fund nasional sebagai momentum penting dalam reformasi tata kelola aset negara.
Anthony mengatakan, Danantara harus dikelola dengan standar internasional sebagaimana lembaga investasi negara lain seperti Temasek Holdings di Singapura dan Khazanah Nasional Berhad di Malaysia, di mana seleksi kepemimpinan didasarkan pada integritas, kapabilitas, dan rekam jejak global.
“Danantara adalah simbol dari niat pemerintah untuk membangun institusi pengelola aset negara yang independen, profesional, dan bebas dari intervensi politik jangka pendek. Kami berharap kehadiran Danantara bisa memperkuat kepercayaan investor global terhadap komitmen Indonesia dalam menjalankan reformasi ekonomi,” tambahnya.
Seiring dengan itu, dalam semangat kolaborasi, HIPMI menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan pemerintah dan Danantara dalam memperkuat kualitas SDM, membangun budaya kerja profesional, serta mendukung strategi investasi jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan.
“Talenta terbaik anak bangsa harus diberi ruang dan kesempatan untuk berkarya dan memimpin. Inilah esensi dari meritokrasi yang kami dorong membuka jalan bagi generasi muda Indonesia untuk membawa perubahan melalui kapasitas dan integritas,” tutup Anthony.
Sumber. Investor.id
ET

