Mon - Sat 8.00 - 17.00

Ngadulag Kembali Bergema, Ribuan Warga Karawang Meriahkan Malam Takbiran 2026

KARAWANG, HUKUMTIRANI.COM – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menghidupkan tradisi budaya dan religi melalui gelaran Festival Ngadulag Bedug dan Takbir Keliling dalam rangka menyambut malam takbiran, Jumat malam (20/3/2026). Kegiatan ini berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat dari berbagai wilayah di Karawang.

Festival Ngadulag Bedug merupakan salah satu tradisi khas yang sarat nilai budaya lokal dan syiar Islam. Melalui kegiatan ini, Pemkab Karawang berupaya menghidupkan kembali warisan budaya yang sempat meredup, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas dalam suasana yang positif dan religius.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas masyarakat pada malam takbiran.

“Alhamdulillah, ribuan masyarakat turut meramaikan kegiatan ini. InsyaAllah, kegiatan seperti inilah yang diharapkan masyarakat, yakni kegiatan yang positif, membangun kebersamaan, sekaligus menjaga tradisi,” ujarnya.

Pelaksanaan festival dipusatkan di tiga titik strategis, yakni di Kantor Bupati Karawang sebagai pusat acara utama, serta di Kecamatan Cikampek dan Kecamatan Jayakerta. Pembagian lokasi ini dilakukan untuk menjangkau partisipasi masyarakat secara lebih luas, sekaligus mengurai kepadatan agar kegiatan tetap berjalan tertib dan aman.

Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan seluruh kecamatan yang mengirimkan perwakilan grup Ngadulag. Setiap grup menampilkan pertunjukan tabuhan bedug dengan berbagai variasi ritme, koreografi, hingga ornamen visual yang menarik. Kreativitas para peserta menjadi daya tarik tersendiri 7dan menunjukkan bahwa tradisi ini terus berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan nilai aslinya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Grup Ngadulag dari Kecamatan Majalaya berhasil meraih juara pertama dengan skor 747. Posisi kedua ditempati oleh perwakilan dari Kecamatan Karawang Barat dengan skor 725, sementara juara ketiga diraih oleh Kecamatan Klari dengan skor 690. Penilaian dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan aspek kekompakan, kreativitas, teknik tabuhan, serta nilai artistik penampilan.

Selain menjadi ajang perlombaan, festival ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai tradisi daerahnya. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Usai pelaksanaan festival, Bupati Karawang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring langsung ke sejumlah titik keramaian, di antaranya Bundaran Ciplaz dan kawasan Galuh Mas. Monitoring ini dilakukan untuk memastikan situasi malam takbiran tetap aman, tertib, dan kondusif.

Langkah ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat saat merayakan malam kemenangan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Pemerintah Kabupaten Karawang pun mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut Hari Raya dengan penuh suka cita, menjaga persatuan, serta terus mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama.

Dengan terselenggaranya Festival Ngadulag Bedug dan Takbir Keliling ini, diharapkan tradisi lokal yang penuh makna dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Karawang di masa mendatang.

(Emed Tarmedi)

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya