Mon - Sat 8.00 - 17.00

Survei Indikator: Prabowo Unggul Telak, Purbaya dan Sherly Tjoanda Mulai Dikenal Publik

JAKARTA, HUKUMTIRANI.COM  – Hasil survei nasional yang dilakukan lembaga Indikator Politik Indonesia pada periode 20–27 Oktober 2025 menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto masih menjadi figur dengan tingkat elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden 2029. Dukungan publik terhadap Prabowo mencapai 46,7 persen, jauh mengungguli kandidat lain dalam simulasi terbuka yang melibatkan 25 nama tokoh nasional.

Di peringkat kedua, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meraih dukungan sebesar 18,4 persen, disusul Anies Baswedan (9,0 persen), Kaesang Pangarep (4,8 persen), Airlangga Hartarto (3,9 persen), dan Ganjar Pranowo (3,7 persen).

Menariknya, survei kali ini juga menunjukkan kemunculan dua nama baru yang mulai mencuri perhatian publik, yakni Purbaya Yudhisadewa dan Sherly Tjoanda Laos.

“Meskipun relatif baru menjabat sebagai Menteri Keuangan, nama Purbaya mulai muncul di benak publik. Sekitar 1,5 persen responden secara spontan menyebutnya sebagai tokoh potensial,” ungkap peneliti Indikator Politik Indonesia saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Maluku Utara, menjadi satu-satunya perempuan yang masuk dalam delapan besar tokoh dengan elektabilitas tertinggi. Ia memperoleh dukungan 1,1 persen, mengungguli beberapa kepala daerah lain termasuk Gubernur Jawa Timur yang mencatat 0,5 persen.

Peneliti Indikator menjelaskan bahwa survei ini menggunakan simulasi terbuka, di mana responden bebas menyebutkan nama siapa pun yang dianggap layak menjadi calon presiden.

“Kami memasukkan nama-nama ketua partai, kepala daerah, dan tokoh publik karena putusan Mahkamah Konstitusi telah menghapus presidential threshold. Artinya, setiap partai kini berpeluang mencalonkan presiden dan wakil presiden tanpa harus berkoalisi,” ujarnya.

Menurut Indikator, perubahan lanskap hukum tersebut akan membuat peta politik nasional semakin cair dan kompetitif menjelang Pemilihan Presiden 2029. Figur-figur baru di luar lingkaran elite lama berpotensi menarik perhatian publik, terutama yang memiliki rekam jejak teknokratis dan reputasi regional yang kuat.

Survei dilakukan terhadap 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi Indonesia, dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Temuan ini menandai awal munculnya konfigurasi politik baru. Publik mulai mengenal tokoh-tokoh potensial selain nama-nama besar yang selama ini mendominasi panggung nasional,” tutup peneliti Indikator.

Editor : Emed Tarmedi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel
- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya